Halaman

Keluarga Menurut Kepemilikan Bangunan Tempat Tinggal

Keluarga Menurut Kepemilikan Bangunan Tempat Tinggal

Jumlah Keluarga Menurut Lingkungan dan Status Kepemilikan Bangunan Tempat Tinggal di Kelurahan Praya, 2026

Lingkungan

Milik Sendiri

Kontra/SewaBebas SewaDinasLainnyaJumlah
Tengari4481815325626
Tengari Baru323134111370
Ketejer274528135343
Balungadang19161401212
Kampung Jawa10216107133259
Lendang Bersatu19311--195
Kauman76110-491
Jumlah1.607483475892.096

Sumber : Kantor Kelurahan Praya

Elemen MetadataKeterangan
Nama IndikatorJumlah Keluarga Menurut Lingkungan dan Status Kepemilikan Bangunan Tempat Tinggal
KonsepMenggambarkan distribusi jumlah keluarga berdasarkan status kepemilikan bangunan tempat tinggal pada setiap lingkungan di Kelurahan Praya.
DefinisiJumlah keluarga yang dikelompokkan menurut status kepemilikan bangunan tempat tinggal yang ditempati sebagai tempat tinggal utama.
SatuanKeluarga
KlasifikasiLingkungan dan status kepemilikan bangunan tempat tinggal
Kategori1. Milik sendiri    2. Kontrak/Sewa     3. Bebas sewa     4. Dinas       5. Lainnya
Cakupan WilayahSeluruh lingkungan di Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah
Periode ReferensiTahun 2026
Frekuensi PenyajianTahunan
Metode Pengumpulan DataKompilasi data administrasi Kelurahan Praya
Sumber DataKantor Kelurahan Praya
Penanggung Jawab DataKantor Kelurahan Praya
Pengolahan DataRekapitulasi jumlah keluarga berdasarkan status kepemilikan bangunan tempat tinggal pada masing-masing lingkungan.
InterpretasiDistribusi status kepemilikan tempat tinggal menggambarkan kondisi penguasaan hunian oleh keluarga. Tingginya proporsi rumah milik sendiri dapat mengindikasikan tingkat kepemilikan hunian yang lebih baik, sedangkan tingginya rumah kontrak/sewa atau bebas sewa dapat menjadi gambaran mobilitas penduduk maupun kondisi sosial ekonomi masyarakat.
KegunaanDigunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan perumahan dan permukiman, evaluasi kondisi sosial ekonomi masyarakat, serta perencanaan program bantuan atau peningkatan kualitas hunian.
Keterbatasan DataData disajikan dalam bentuk agregat pada tingkat lingkungan sehingga tidak menggambarkan karakteristik masing-masing keluarga maupun kondisi fisik bangunan tempat tinggal.